A.
Tujuan
Penataan Gizi
1.
Menjaga BB dan lemak tubuh sesuai dengan
cabang olah raga
2.
Memenuhi kebutuhan gizi
3.
Mempercepat pemulihan dengan mengganti
cairan dan cadangan glukogen
4.
Memelihara kesehatan untuk masa yang
akan datang
5.
Memenuhi cita rasa
6.
Memenuhi tata laksana sesuai periodisasi
pencapaian prestasi puncak
7.
Mengatasi masalah kesehatan ketika
latihan dan adaptasi tubuh
B. Makanan
Seimbang Bagi Atlet
- Makan makanan utama yang terdiri dari bahan makanan sumber : karbohidrat, protein, lemak serta vitamin dan mineral
- Gunakan bahan makanan sumber karbohidrat kompleks lebih banyak (nasi, mie, toast dll)
- Gunakan sayuran dan buah berwarna untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral
- Usahakan ada makanan seimbang kaya karbohidrat diantara makanan pokok
- Biasakan minum yang banyak dalam bentuk air, juice, (± 16 gelas cairan) terutama disaat latihan keras dan lama
- Lauk hewani dan nabati secukupnya
- Minum susu 1 – 2 kali sehari
- Kurangi bahan makanan sumber lemak seperti makanan gorengan dan santan. Perbanyak makanan yang dikukus, panggang dan tumis
- Gunakan garam dan gula sedikit
Perubahan yang terjadi
:
- 1. Perubahan program latihan, dan pola kegiatan rutin
- 2. Perubahan iklim dan lingkungan
- 3. Jet lag
- 4. Perubahan dalam penyediaan makanan
- 5. Perkenalan terhadap makanan baru dan asing serta kebiasaan makan
- 6. Godaan untuk makan semua yang dilihat
- 7. Resiko gangguan saluran pencernaan/makanan minuman kurang hygiene
Kunci Keberhasilan
- 1. Perencanaan yang matang
- 2. Pelajari kebiasaan makan atlet
- 3. Kontak penyedia makanan
- 4. Sediakan makan dan minum selama dalam perjalanan
- 5. Sesuaikan dengan kebutuhan
- 6. Hindari kebosanan dan dehidrasi
- 7. Waspadai hygiene makanan dan minuman
- 8. Bawa makanan/suplemen yang sudah biasa
- 9. Selektif dalam memilah menu sewaktu makan di restoran.
Hal-hal yang perlu
diperhatikan
- 1. Aturlah dengan bijaksana untuk menentukan kualitas dan kuantitas bahan makanan
- 2. Frekuensi makan lebih sering
- 3. Sediakan makanan kecil
- 4. Pilih makanan tinggi karbohidrat, rendah gula, rendah lemak
- 5. Sedikit serat
- 6. Minum cairan energi
C. BEKAL
MAKANAN SELAMA TRAVELLING
- 1. Makanan cair seperti sustagen, energen yang dapat digunakan bila tidak ada fasilitas memasak
- 2. Aneka mie instan
- 3. Aneka biskuit dengan jam dan madu
- 4. Buah kering, juice buah, buah kaleng
- 5. Breakfast cereal, susu skim
- 6. Makanan dan minuman suplemen, serta multi vitamin bila tak yakin dengan kualitas konsumsi makanan
- 7. Persiapkan oralit dan persiapan penanganan bila terjadi gastro eritas
- 8. Untuk mengatasi jeglag selama di pesawat, makan dalam jumlah sedang
- 9. Setiap makanan dan minuman yang dibawa, cek kebiasaan dan peraturan pabean untuk perjalanan keluar negeri.
D. TIP
Untuk Atlit dengan BMI Kurang
- 1. Makan utama 3x sehari dan 2-3x makan selingan untuk memenuhi kebutuhan kalori
- 2. Ikuti TIP umum makanan seimbang
- 3. Porsi kecil tapi sering
- 4. Hindari makanan berlemak tinggi dan manis-manis menjelang makan utama
- 5. Bila nafsu makan menurun, pilih makanan favorit atau makanan pembangkit selera seperti sirup
- 6. Minum susu menjelang tidur
- 7. Jangan gunakan ‘junk food’ untuk memenuhi kebutuhan kalori, karena meskipun tinggi kalori, pada umumnya junk food tinggi lemak dan garam sehingga lambung terasa penuh dan akan meras haus
- 8. Stop rokok, kurangi kafein, teh dan soft drink
- 9. Untuk menambah nafsu makan, gunakan multi vitamin yang mengandung vitamin B atau gunakan madu atau bee pollen
- 10. Pilih buah yang mengandung banyak karbohidrat seperti pisang, mangga
E. YANG
HARUS DIPERHATIKAN JIKA BMI DAN LEMAK
TUBUH BERLEBIH
- 1. Pada atlit BB lebih, belum tentu gemuk bila lemak tubuh masih normal.
- 2. Penurunan lemak tubuh penting, BB lebih karena massa otot meningkat
- 3. Penurunan BB terlalu cepat hilangnya jaringan otot performance
- 4. Penurunan BB 0,5-1 Kg/minggu atau 5-10 mm tebal lemak per 2 minggu kurangi 500-1000 kalori/hari dari kebutuhan energi dengan :
- 5. Kurangi asupan lemak, makanan manis
- 6. Rendah kalori, cukup protein
- 7. Lebih banyak makan buah dan sayuran
- 8. Tambah latihan yang bersifat aerobik
F. MENGATUR
BB PADA OR DENGAN KLASIFIKASI BB
- 1. Pilih BB untuk kompetisi yang aman dan wajar sesuai TB
- 2. Gunakan cara penurunan lemak tubuh secara bertahap sebelum bertanding
- 3. Beri selang 1 – 2 kg dari BB pada kelas yang diinginkan
- 4. Penyesuaian terakhir dapat dilakukan 1 minggu 10 hari dengan penurunan asupan energi yang ringan
- 5. Pada minggu terakhir kurangi asupan, garam hindari makanan tinggi garam untuk mencegah retensi air
- 6. Pada 12-24 jam terakhir gunakan diet rendah sisa dengan mengganti makanan cair
- 7. Tunda makanan sebelum bertanding sampai BB terakhir tercapai sampai dengan penimbangan, namun setelah tanding makan makanan cair tinggi karbohidrat, vitamin dan mineral dan minum juice.
- 8. Juga kondisi agar tetap sehat dengan gizi seimbang
9.
Penataan Gizi untuk Pengaturan BB
Tujuan
- 1. Mengurangi lemak tubuh
- 2. Menurunkan/mengatur BB
- 3. Rendah Kalori
- 4. Cukup karbohidrat untuk memenuhi energi selama latihan dan pemulihan
- · Umum > 50 menit à5-6 gr/kg BB
- · Moderate 60-120 menit à 6-8 gr/kg BB
- · Endurance > 120 menit à8-10 gr/kg BB
- · Ekstrim 5-6 jam/hari à 10 gr/kg BB
- 5. Pilih krabohidrat yang indeks glikemik rendah (<55)
- 6. Protein cukup , Rendah lemak .Cukup vitamin dan mineral, Padat gizi , Rendah kalori, Cukup cairan
- 7. Rendah natrium bila mendekati waktu penimbangan
Anjuran
Untuk Keberhasilan
- · Buat penurunan lemak dan BB secara realistis
- · Waktu yang diperlukan 0,5-1kg/minggu atau 5-10 menit/minggu
- · Pengurangan kalori 500-1000 kal/hari dengan asupan 500 kal, keluaran 500
- · Evaluasi kebutuhan kal/hari fungsi 1/3-1/2
- · Atur secara fleksibel
- · Jadikan kebiasaan
- · Frekuensi makan sering dengan volume kecil, makan sebelum rasa lapar datang
- · Atur cara makan : makan pelan, minum air putih sebelum makan, makan makanan tinggi serat sebelum makan
- · Makan lebih banyak buah segar
- · Bila mempunyai salah satu makanan favorit, tinggi kalori, makan sedikit
- · Hindari lemak, alkohol dalam makanan
Yang harus diperhatikan
bila HB rendah
- · Makan makanan yang mengandung zat besi HEME (dari hewani)
- · Padukan makanan nabati dengan hewani
- · Perbanyak makanan yang banyak mengandung vitamin C
- · Hindari serat, asam pitat, tehin, tanin yang menghambat absorbsi zat besi
- · Suplemen yang mengandung : asam folat + biotin, zat besi, vitamin B12, asam pantotenat, piridoksin
- · Penataan Gizi Latihan Intensif
- · Meningkatkan cadangan energi
- · Meningkatkan massa otot
- · Menurunkan lemak tubuh
- · Mempercepat pemulihan
- · Mengatur berat badan
Prinsip
Penataan Gizi
Tujuan
: Pembentukan Massa Otot
- · Tinggi Kalori
- · Sesuai kebutuhan, BB, umur, sex, aktifitas, status kesehatan
- · Range bervariasi, individual
- · Padat gizi
- · Volume kecil
- · Karbohodrat tinggi
- · Karbohidrat komplek
- · GI faktor > 80
- · Rendah sisa
- · Limit gula
- · Protein cukup (proporsional)
- · 1,2-1,5 g/kg BB (12-20%)
- · Tinggi protein, rendah lemak
- · Asam amino esensial lengkap
- · Paduan hewani dan nabati + KH
- · Rendah lemak
- · Makanan produk rendah lemak
- · Susu rendah lemak
- · Pemasakan : kukus, bakar
- · < 30% total kalori
- · Cukup vitamin dan mineral trace elemen
- · Banyak cairan
- · Massa otot terbentuk bila ada simulasi (latihan)
- · Diet tinggi kalori tidak cukup hanya akan menimbun lemak
Kendala-kendala
untuk memenuhi makanan tinggi kalori
- · Kurangnya waktu, persiapan masak
- · Volume besar (tinggi karbohidrat & serat)
- · Kelelahan dan berkurangnya nafsu makan
- · Waktu makan kurang tepat/akses sulit
- · Jarak waktu makan dan latihan
makanan seimbang bagi atlet

Komentar
Posting Komentar