Langsung ke konten utama

sebuah kisah 2...

Kembali dihadapkan dengan situasi yang membuatku hanya bisa menangis dan menjerit dalam hati. Kenapa mereka tak pernah puas dengan apa yang telah ku lakukan.. selalu saja ada yang kurang dari semua pekerjaanku, tanpa mereka tau sulit untuk mencapai kesempurnaan dalam suatu pekerjaan…kembali ku hanya bisa menangis dan menjadi manusia lemah yang tak bisa membela diri… ingin rasanya ku berlari keluar bebas melepas penat ini berlindung pada sutu tempat yang membuatku merasa nyaman. Tapi itu semua hanya mimpi bagiku kemana aku mampu mencari tempat seperti itu. Memori otakku berfikir seandainya saja aku tidak berada di tempat ini, seandainya saja aku masih berada ditempat yang selama hampir 10 tahun ku tinggali mungkin aku mampu menemukan tempat itu. Tapi sekarang?? Semuanya telah berubah aku hanya bisa melewati ini sendiri… tak ada orang yang mampu mengerti aku. Seperti sebuah cerita rakyat bawang merah dan bawang putih dan aku berperan sebagai bawang putih, jika dalam cerita tersebut bawang putih mampu mendapatkan kebahagiaannya, tapi dalam kenyataan yang saat ini aku alami entah aku mampu atau tidak mendapatkan kebahagiaan itu.

Rasa Maluku terhadap benda- benda mati disekitarku berdiri telah hilang, sudah terlalu sering aku merawat mereka dengan tetes air mata. Seperti saat ini aku merawat mereka dan membersihkan mereka dengan air mata. Mereka seperti memandangku dengan iba bahkan kucing yang tertidur dilantai pun terbangun mendengar isak tangis ini, ia memandang majikannya yang dengan setia memberinya makan dengan iba… oh kucing andai kau tau luka hati ini batinku dalam hati.

Ingin rasanya aku menjerit stop dan hentikkan semua ini, terhadap mereka yang dengan angkuhnya memaki, membentak bahkan menimbulkan suara bising. Aku ingin menjerit dan membuat mereka lenyap dari pandangan hidupku, tapi aku tak mampu… saat suara itu kembali datang aku hanya bisa memejamkan mata sambil terisak.

Dalam setiap tetes air mata, dalam setiap tingkah yang ku lakukan aku selalu berdoa allah angkat aku dari tempat ini, tempatkan aku disuatu tempat yang membuat hati ini tidak merasakan luka secara terus menerus, tempatkan aku pada suatu tempat yang membuat telinga Ini tak lagi bisa  mendengar kata- kata kasar, jeritan yang berisi makian, dan tak mampu lagi mendengar suara benda- benda berterbangan. Allah aku yakin kau selalu bersama hambamu ini, hampir setiap malam aku mengagungkan namamu tuhan, aku mohon dengarkan rintihan pilu hambamu yang kecil ini. Allah kembali aku berada dalam fase putus asa, kembali aku berada dalam keinginan untuk mengakhiri kehidupanku, tuhan masih sayangkah engkau dengan nyawa hambamu yang setiap hari hanya bisa mengeluh dan mengeluh selalu begitu??? Allah sadarkan mereka dengan apa yang mereka perbuat terhadapku, jika nanti aku telah pergi untuk selama- lamanya tidakkah mereka akan kehilanganku dan menyesal telah melakukan itu padaku???

NB: sebuah inspirsi yang kembali muncul saat matahari hampir mencapai puncaknya, saat kucing- kucing sedang tertidur dengan pulas. Saat benda- benda mampu menimbulkan suara bising karna diperlakukan tidak sepantasnya. Saat nyonya rumah tempatku bermukim ini kembali melakukan apa yang selama ini ia lakukan.

“ saat kita tengah terpuruk dan merasa kesepian sesungguhnya saat itu kita sedang belajar tentang  ketegaran dalam hidup, ALL IZ WELL”

(sekalipun nih foto gak nyambung dengan postingan, gak pa2..yang penting te2p eksis hi8.... nih foto bersma beberapa teman gizi saat sedang mengunjungi taman sari... )

Komentar

post populer

Interaksi Obat & Makanan

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas : “ Farmakologi dan Imunologi Gizi“ Dosen Pengampu : . dr. Fitri Indah Setiyawati, M.Sc dan tim BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Hubungan dan interaksi antara makanan, nutrien yang terkandung dalam makanan dan obat saling mendukung dalam pelayanan kesehatan dan dunia medis. Makanan dan nutrien spesifik dalam makanan, jika dicerna bersama dengan beberapa obat, pasti dapat mempengaruhi seluruh ketersediaan hayati, farmakokinetik, farmakodinamik dan efek terapi dalam pengobatan. Makanan dapat mempengaruhi absorbsi obat sebagai hasil dari pengubahan dalam saluran gastrointestinal atau interaksi fisika atau kimia antara partikel komponen makanan dan molekul obat. Pengaruh tergantung pada tipe dan tingkat interaksi sehingga absorbsi obat dapat berkurang, tertunda, tidak terpengaruh atau meningkat oleh makanan yang masuk. 1.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan pada latar belakang diatas maka makalah ini akan meni...

GASTRO ESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) PADA ANAK

Makalah Disusun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Dietetika Penyakit Infeksi dan Defisiensi BAB I PENDAHULUAN A.     L atar Belakang Masalah Refluks gastroesophageal adalah fenomena fisiologis normal dialami sesekali oleh kebanyakan orang, terutama setelah makan. Gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi ketika jumlah asam lambung yang refluks ke kerongkongan melebihi batas normal, menyebabkan gejala dengan atau tanpa cedera mukosa esofagus yang terkait (yaitu, esofagitis). Suatu penelitian yang dilakukan oleh Richter dan Organisasi Gallup memperkirakan bahwa Survei Nasional 25-40% orang Amerika dewasa yang sehat mengalami gejala GERD, paling sering dimanifestasikan secara klinis oleh pyrosis (mulas), setidaknya sebulan sekali. Selanjutnya, sekitar 7-10% dari populasi orang dewasa di Amerika Serikat mengalami gejala tersebut pada setiap hari. B.      Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas , maka k...

Asupan Inhibitor Absorbsi Zat besi

          Zat inhibitor besi adalah zat dalam bahan makanan yang dapat menghambat absorbsi besi (DeMaeyer, 1995). Absorbsi zat besi dapat dihambat oleh tingginya derajat sejumlah faktor pengkelat zat besi termasuk asam karbonat, asam oksalat, fosfat dan fitat. Faktor serat dalam sayuran dapat menghambat absorbsi zat besi (Kasdan, 2000).           Penyebab utama kekurangan zat besi adalah gangguan penyerapan zat besi non-hem karena adanya faktor inhibitor seperti asam fitat atau senyawa polifenol yang banyak terdapat dalam makanan nabati, buah-buahan, sayuran, rempah-rempah, kacang-kacangan, sereal dan yang paling tinggi terdapat   dalam teh, kopi, anggur merah, kakao dan berbagai macam teh herbal (Hurrell, 1999).       Fitat, asam oksalat, tanin bahkan fosfat yang ada dalam berbagai bahan makanan nabati cenderung membentuk endapan zat besi yang tidak larut yan...