Kembali dihadapkan dengan situasi yang membuatku hanya
bisa menangis dan menjerit dalam hati. Kenapa mereka tak pernah puas dengan apa
yang telah ku lakukan.. selalu saja ada yang kurang dari semua pekerjaanku,
tanpa mereka tau sulit untuk mencapai kesempurnaan dalam suatu pekerjaan…kembali
ku hanya bisa menangis dan menjadi manusia lemah yang tak bisa membela diri… ingin
rasanya ku berlari keluar bebas melepas penat ini berlindung pada sutu tempat
yang membuatku merasa nyaman. Tapi itu semua hanya mimpi bagiku kemana aku
mampu mencari tempat seperti itu. Memori otakku berfikir seandainya saja aku
tidak berada di tempat ini, seandainya saja aku masih berada ditempat yang
selama hampir 10 tahun ku tinggali mungkin aku mampu menemukan tempat itu. Tapi
sekarang?? Semuanya telah berubah aku hanya bisa melewati ini sendiri… tak ada
orang yang mampu mengerti aku. Seperti sebuah cerita rakyat bawang merah dan
bawang putih dan aku berperan sebagai bawang putih, jika dalam cerita tersebut
bawang putih mampu mendapatkan kebahagiaannya, tapi dalam kenyataan yang saat
ini aku alami entah aku mampu atau tidak mendapatkan kebahagiaan itu.
Rasa Maluku terhadap benda- benda mati disekitarku
berdiri telah hilang, sudah terlalu sering aku merawat mereka dengan tetes air
mata. Seperti saat ini aku merawat mereka dan membersihkan mereka dengan air
mata. Mereka seperti memandangku dengan iba bahkan kucing yang tertidur
dilantai pun terbangun mendengar isak tangis ini, ia memandang majikannya yang
dengan setia memberinya makan dengan iba… oh kucing andai kau tau luka hati ini
batinku dalam hati.
Ingin rasanya aku menjerit stop dan hentikkan semua
ini, terhadap mereka yang dengan angkuhnya memaki, membentak bahkan menimbulkan
suara bising. Aku ingin menjerit dan membuat mereka lenyap dari pandangan
hidupku, tapi aku tak mampu… saat suara itu kembali datang aku hanya bisa
memejamkan mata sambil terisak.
Dalam setiap tetes air mata, dalam setiap tingkah yang
ku lakukan aku selalu berdoa allah angkat aku dari tempat ini, tempatkan aku
disuatu tempat yang membuat hati ini tidak merasakan luka secara terus menerus,
tempatkan aku pada suatu tempat yang membuat telinga Ini tak lagi bisa mendengar kata- kata kasar, jeritan yang
berisi makian, dan tak mampu lagi mendengar suara benda- benda berterbangan.
Allah aku yakin kau selalu bersama hambamu ini, hampir setiap malam aku mengagungkan
namamu tuhan, aku mohon dengarkan rintihan pilu hambamu yang kecil ini. Allah
kembali aku berada dalam fase putus asa, kembali aku berada dalam keinginan
untuk mengakhiri kehidupanku, tuhan masih sayangkah engkau dengan nyawa hambamu
yang setiap hari hanya bisa mengeluh dan mengeluh selalu begitu??? Allah
sadarkan mereka dengan apa yang mereka perbuat terhadapku, jika nanti aku telah
pergi untuk selama- lamanya tidakkah mereka akan kehilanganku dan menyesal
telah melakukan itu padaku???
NB: sebuah inspirsi yang kembali muncul saat matahari
hampir mencapai puncaknya, saat kucing- kucing sedang tertidur dengan pulas.
Saat benda- benda mampu menimbulkan suara bising karna diperlakukan tidak
sepantasnya. Saat nyonya rumah tempatku bermukim ini kembali melakukan apa yang
selama ini ia lakukan.
“ saat kita tengah terpuruk dan merasa kesepian sesungguhnya saat itu
kita sedang belajar tentang ketegaran
dalam hidup, ALL IZ WELL”
(sekalipun nih foto gak nyambung dengan postingan, gak pa2..yang penting te2p eksis hi8.... nih foto bersma beberapa teman gizi saat sedang mengunjungi taman sari... )

Komentar
Posting Komentar