Langsung ke konten utama

Sebuah Kisah 1...


Kenapa harus selalu dipersalahkan dengan semua kondisi yang ada saat ini, apakah jika apa yang menjadi kesalahanku kulakukan maka tidak akan ada kondisi seperti ini, ( yang selalu dipersalahkan)???? Setiap ada yang tak mereka suka atau tak berkenan dihati mereka, mereka selalu menyalahkanku, menyalahkan karna diriku tidak pernah terampil dengan semua hal yang terjadi….kenapa mereka selalu mempersalahkanku??? tidak kah mereka bisa berfikir bahwa apa yang telah terjadi sudah menjadi sebuah ketentuan.. tanpa perlu mempersalahkan orang… lelah dengan semua kondisi yang seperti ini… hampir 5 tahun lebih hidup dalam kondisi seperti ini, tidak juga mampu membuatku  mampu setegar batu karang di lautan, selalu saja ada tetes air mata yang harus aku keluarkan saat bentakan, cacian, dan amarah itu terucap untuk diriku.
Vonis bersalah yang harus aku terima disaat tidak ada orang yang mau mngerti aku, mereka hanya mampu menyalahkan, belum lagi dengan kehidupanku diluar sana, dikelilingi dengan orang- orang yang menuntut kesempurnaan dalam sikap maupun ucapan, tanpa mereka fikir apakah diri mereka telah benar- benar menjadi pribadi yang sempurna. Begitu mudah mereka mencemoohku dengan kata- kata yang menyakitkan, dan mereka melakukan itu dibelakangku. Seakan kebaikan yang selama ini aku berikan untuk mereka sirna begitu saja. Mereka tak pernah mau memahami tentang hubungan sebab dan akibat… mereka tak pernah mau mengerti tentang hal- hal yang membuatku mampu bersikap seperti ini,(entah sikap apa itu sehingga mereka selalu menvonisku negative) pahamilah wahai kawanku, tidak semua kehidupan itu sempurna seperti apa yang kalian alami. Pahamilah tentang sebuah trauma masa lalu yang membuat seseorang mampu menjadi pribadi yang tidak diinginkan. Mungkin saat ini kalian berada jauh diatas kehidupanku yang saat ini tapi suatu saat nanti aku akan berada diatas kalian dan kalian akan paham tentang roda nasib dalam kehidupan ini.
Saat tetes air mata ini harus mengalir aku meraskannya seorang diri… entahlah kehidupan macam apa yang saat ini aku jalani… penuh dengan kepalsuan dan kesendirian…hinaan, cacian, penghianatan dan  amarah, yang mampu membuatku menjadi pribadi yang dingin, ketus, cuek, munafik ( penialianku pribadi karna harus menunjukkan senyum kepada mereka padahal sayatan hati ini belum sembuh dan tak akan pernah sembuh karna selalu ada luka baru dalm hati ini) dan cenderung antagonis huff (tetapi sungguh sejatiku tidaklah seperti apa yang selama ini aku tunjukkan kepada mereka)

NB: sebuah inspirasi yang muncul saat matahari beranjak keperaduannya, dengan kondisi hiruk pikuk jeritan manusia- manusia yang mempersalahkan tentang sayur basi. Diiringi dengan celoteh- celoteh pilu bagi hatiku, ditemani dengan note book kesayangan dan berhias kertas- kertas materi ujian, dan disore itu kembali aku mendapatkan luka baru.

“saat kita menangis, tersakiti yakinilah disaat itu juga kita sudah mengumpulkan poin- poin kebahagiaan dan poin- poin senyuman yang jika saatnya tiba nanti poin- poin itu dapat ditukar dengan kehidupan yang lebih baik dari yang saat ini kita jalani, ALL IZ WELL”
NB:
 (sebuah kisah... (dibuat seperti sebuah buku harian seseorang) terinspirasi dari kehidupan seseorg..yang saya tau benar bagaimana kisah hidupnya... berusaha menuangkan segala apa yang dia alami dalam sebuah tulisan... dan jadilah seperti yang telah anda baca saat ini...(lumayan buat isi isi blog he8)...dan buat dia..saya berdoa semoga lekas mendapatkan kehidupan yang layak... dan semoga dia selalu ingat kata- kata yang sering saya ucapkan untuk nya "kawan, kamu mahluk mulia yang layak dan memang pantas untuk merasakan kehidupan bahagia... sekarang belum saatnya, tapi yakin dan percayalah masa itu akan datang, dan kamu akan menyambutnya dengan senyuman, kamu layak untuk bahagia")

Komentar

post populer

Interaksi Obat & Makanan

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas : “ Farmakologi dan Imunologi Gizi“ Dosen Pengampu : . dr. Fitri Indah Setiyawati, M.Sc dan tim BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Hubungan dan interaksi antara makanan, nutrien yang terkandung dalam makanan dan obat saling mendukung dalam pelayanan kesehatan dan dunia medis. Makanan dan nutrien spesifik dalam makanan, jika dicerna bersama dengan beberapa obat, pasti dapat mempengaruhi seluruh ketersediaan hayati, farmakokinetik, farmakodinamik dan efek terapi dalam pengobatan. Makanan dapat mempengaruhi absorbsi obat sebagai hasil dari pengubahan dalam saluran gastrointestinal atau interaksi fisika atau kimia antara partikel komponen makanan dan molekul obat. Pengaruh tergantung pada tipe dan tingkat interaksi sehingga absorbsi obat dapat berkurang, tertunda, tidak terpengaruh atau meningkat oleh makanan yang masuk. 1.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan pada latar belakang diatas maka makalah ini akan meni...

GASTRO ESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) PADA ANAK

Makalah Disusun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Dietetika Penyakit Infeksi dan Defisiensi BAB I PENDAHULUAN A.     L atar Belakang Masalah Refluks gastroesophageal adalah fenomena fisiologis normal dialami sesekali oleh kebanyakan orang, terutama setelah makan. Gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi ketika jumlah asam lambung yang refluks ke kerongkongan melebihi batas normal, menyebabkan gejala dengan atau tanpa cedera mukosa esofagus yang terkait (yaitu, esofagitis). Suatu penelitian yang dilakukan oleh Richter dan Organisasi Gallup memperkirakan bahwa Survei Nasional 25-40% orang Amerika dewasa yang sehat mengalami gejala GERD, paling sering dimanifestasikan secara klinis oleh pyrosis (mulas), setidaknya sebulan sekali. Selanjutnya, sekitar 7-10% dari populasi orang dewasa di Amerika Serikat mengalami gejala tersebut pada setiap hari. B.      Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas , maka k...

Asupan Inhibitor Absorbsi Zat besi

          Zat inhibitor besi adalah zat dalam bahan makanan yang dapat menghambat absorbsi besi (DeMaeyer, 1995). Absorbsi zat besi dapat dihambat oleh tingginya derajat sejumlah faktor pengkelat zat besi termasuk asam karbonat, asam oksalat, fosfat dan fitat. Faktor serat dalam sayuran dapat menghambat absorbsi zat besi (Kasdan, 2000).           Penyebab utama kekurangan zat besi adalah gangguan penyerapan zat besi non-hem karena adanya faktor inhibitor seperti asam fitat atau senyawa polifenol yang banyak terdapat dalam makanan nabati, buah-buahan, sayuran, rempah-rempah, kacang-kacangan, sereal dan yang paling tinggi terdapat   dalam teh, kopi, anggur merah, kakao dan berbagai macam teh herbal (Hurrell, 1999).       Fitat, asam oksalat, tanin bahkan fosfat yang ada dalam berbagai bahan makanan nabati cenderung membentuk endapan zat besi yang tidak larut yan...