Langsung ke konten utama

Kerlip Lampu

masih terus menatap pohon natal yang ada di seberang sana. kerlip lampunya mengingatkan q akan seseorang. huff seseorang yang berjanji akan membuatkan q lampu natal untuk menjadi pajangan dikamar q. sekalipun aku adalah seorang muslim, tidak menjadi  masalah buat q jika hanya memajang lampu yang sering terpajang di pohon natal. tapi mungkin itu tidak akan pernah menjadi kenyataan lagi, karena toh pada kenyataannya hubungan q dengan dia sudah harus berakhir. beberapa bulan sebelum natal tiba. dan kini q hanya mampu mengingat janji yang pernah dia ucapkan. bisa saja buat q membeli sebuah lampu kerlap- kerlip seperti itu, tapi tentu akan beda rasanya, karena lampu yang q mau adalah lampu yang dia buat.

tak pernah ada lagi kabar dari dia, semenjak dia bercerita bahwa dia telah menemukan pengganti q. huff sekalipun itu hanya akal- akalan dia, karena toh q tau, dia telah menemukan pengganti q, jauh sebelum hubungan kami berakhir. dan itu juga yang menjadi dasar buat q untuk mengakhiri hubungan ini. tapi ada satu hal mendasar yang memang membuat kami tidak bisa bersatu yaitu kepercayaan dan perbedaan gaya hidup. tak mudah ternyata menjalani hubungan berlandaskan perbedaan keyakinan, sekalipun awalnya terasa mudah dan tanpa hambatan, tapi seiring berjalannya waktu, kesulitan itu mulai ada. berulang kali nyaris hubungan ini berakhir tapi selalu q coba untuk mempertahankannya, tapi tak berhasil, 2 hari sebelum hubungan itu berusia 6 bulan, semua harus berakhir. sekalipun sakit dan jujur hingga detik ini, belum bisa melupakan dan menerima semua yang harus terjadi antara q dengan dia. 

nanar mata ini menatap layar facebook, melihat PP y yang telah bersama dengan seorang gadis, entah siapa lah itu, tapi terlihat jelas kemesraan. sambil tertawa sakit hati (wakakakak bahasa yang jelek banget nih)... berfikir alangkah bodohnya diri ini, dia saja langsung memproklamirkan hubungannya dengan kekasih barunya, tanpa peduli dengan perasaan q, pa lagi merasa bersalah dengan apa yang telah dia perbuat pada q. untuk apa q harus memikirkannya lagi, sekalipun fb nya sudah q remove, toh nyatanya dia kembali add fb q... dan mu gak mau q konfirm, entah dasar apa yang menjadikan q konfirm permintaan pertemanan dia di fb... dan kini berusaha melupakan kisah bersama dia, tak perlu melupakan dia, karena bagaimanapun juga dia adalah bagian dari hidup q....

dan kini, cara satu- satunya untuk mengalihkan perhatian dari dia adalah  dengan menyepi dari dunia fb atau terpaksa tak sering lagi membuka fb, karena menghindari q untuk melihat fb nya dan juga PP milik dia, tapi entah kenapa, tanpa tau ada maksud terselubung apa (entah ingin memanas- manasi atau hanya ingin pamer) dia sering like- like status q, dan secara otomatis yang muncul tidak hanya nama fb dia tapi juga PP nya, huff benar- benar menguras bak mandi rasa yang mendera didalam hati ini (wakakakakk). untung saja no hp miliknya telah q hapus, jadi sekalipun ada niatan untuk menghubungi dia, tidak bisa karena q tidak punya lagi no nya (xi8)...

kerlap- kerlip lampu itu, benar- benar mampu membuat hati ini kembali merasakan sakit... 


(lama gak ketik- ketik cerita di blog, jadinya ya iseng- iseng berimajinasi dan tara... jadilah sebuah cerita yang diberi judul kerlip lampu, foto disamping ini, cocok banget, kayak tokoh "q" yang lagi kesepian dan berusaha menikmati kesendirian xixixi)

Komentar

post populer

Interaksi Obat & Makanan

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas : “ Farmakologi dan Imunologi Gizi“ Dosen Pengampu : . dr. Fitri Indah Setiyawati, M.Sc dan tim BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Hubungan dan interaksi antara makanan, nutrien yang terkandung dalam makanan dan obat saling mendukung dalam pelayanan kesehatan dan dunia medis. Makanan dan nutrien spesifik dalam makanan, jika dicerna bersama dengan beberapa obat, pasti dapat mempengaruhi seluruh ketersediaan hayati, farmakokinetik, farmakodinamik dan efek terapi dalam pengobatan. Makanan dapat mempengaruhi absorbsi obat sebagai hasil dari pengubahan dalam saluran gastrointestinal atau interaksi fisika atau kimia antara partikel komponen makanan dan molekul obat. Pengaruh tergantung pada tipe dan tingkat interaksi sehingga absorbsi obat dapat berkurang, tertunda, tidak terpengaruh atau meningkat oleh makanan yang masuk. 1.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan pada latar belakang diatas maka makalah ini akan meni...

GASTRO ESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) PADA ANAK

Makalah Disusun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Dietetika Penyakit Infeksi dan Defisiensi BAB I PENDAHULUAN A.     L atar Belakang Masalah Refluks gastroesophageal adalah fenomena fisiologis normal dialami sesekali oleh kebanyakan orang, terutama setelah makan. Gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi ketika jumlah asam lambung yang refluks ke kerongkongan melebihi batas normal, menyebabkan gejala dengan atau tanpa cedera mukosa esofagus yang terkait (yaitu, esofagitis). Suatu penelitian yang dilakukan oleh Richter dan Organisasi Gallup memperkirakan bahwa Survei Nasional 25-40% orang Amerika dewasa yang sehat mengalami gejala GERD, paling sering dimanifestasikan secara klinis oleh pyrosis (mulas), setidaknya sebulan sekali. Selanjutnya, sekitar 7-10% dari populasi orang dewasa di Amerika Serikat mengalami gejala tersebut pada setiap hari. B.      Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas , maka k...

Asupan Inhibitor Absorbsi Zat besi

          Zat inhibitor besi adalah zat dalam bahan makanan yang dapat menghambat absorbsi besi (DeMaeyer, 1995). Absorbsi zat besi dapat dihambat oleh tingginya derajat sejumlah faktor pengkelat zat besi termasuk asam karbonat, asam oksalat, fosfat dan fitat. Faktor serat dalam sayuran dapat menghambat absorbsi zat besi (Kasdan, 2000).           Penyebab utama kekurangan zat besi adalah gangguan penyerapan zat besi non-hem karena adanya faktor inhibitor seperti asam fitat atau senyawa polifenol yang banyak terdapat dalam makanan nabati, buah-buahan, sayuran, rempah-rempah, kacang-kacangan, sereal dan yang paling tinggi terdapat   dalam teh, kopi, anggur merah, kakao dan berbagai macam teh herbal (Hurrell, 1999).       Fitat, asam oksalat, tanin bahkan fosfat yang ada dalam berbagai bahan makanan nabati cenderung membentuk endapan zat besi yang tidak larut yan...