Langsung ke konten utama

Kamu Tau???

“kamu terlalu sempurna bagi saya, saya gak sepadan dengan kamu. Maaf saya yang salah karena telah membiarkan rasa ini tumbuh dalam hati dan membuat kamu juga ikut merasakan rasa ini” sebuah kata yang hingga detik ini masih terus terngiang dan tak mungkin terlupa, sebuah penilaian dari seseorang akan diri q. Saya terlalu sempurna, tidak sepadan, Tanya q dalam hati. Seakan tak percaya dengan semua kata itu. “ kenapa kamu bisa bilang dan menilai saya seperti itu???” Tanya q lebih lanjut. Dia diam sesaat seakan mencari- cari jawaban. “sikapmu” jawabnya singkat. Q hanya mengerutkan kening, mencoba mencerna jawaban dia. Sikap q??? Tanya q dalam hati, adakah yang salah dengan sikap q selama ini. “ maksudnya??” Tanya q lebih lanjut. Dia terdiam lagi dan menarik nafas,” kehidupan yang kamu jalani terlalu sempurna sehingga membuatmu bersikap sesuka hati kamu. Kamu bersikap seolah- olah orang lain tidak layak untuk hadir dikehidupanmu, kamu bersikap seolah- olah orang lain rendah dimatamu, dengan kata- katamu, dengan tatapan matamu, itu yang membuat kamu seperti orang angkuh dan benar- benar tak butuh siapapun dalam hidup ini. Kamu terlalu mudah mendapatkan segala hal dalam kehidupanmu, sehingga kamu tidak mengenal yang namanya usaha dan kerja keras, itu juga yang membuat kamu menjadi tidak menghargai usaha keras pria- pria sebelum aku yang berusaha menaklukkan hatimu, kamu selalu menolak mereka mentah- mentah dan membuang mereka tanpa melihat dan menghargai usaha mereka yang menurut aku sangat besar, hanya untuk bisa mendapatkan hatimu. Kamu belum pernah sekalipun merasakan yang namanya kegagalan, jadi kamu tidak tau bagaimana rasanya kecewa, kamu tidak tau bagaimana rasanya sedih, sakit dan merana,  dan aku yakin, kamu juga tidak tau bagaimana rasanya menangis karena kegagalan. Yang kamu tau hanya hidup senang, mendapatkan semuanya dengan mudah, selalu melewati hari dengan senyum keangkuhan” dia kembali terdiam sambil menatap langit, sementara q hanya berusaha mencerna maksud dari setiap perkataan yang baru saja dia ucapkan. Terlalu mudah bagi dia untuk menilai q seperti itu, terlalu cepat buat dia bisa memahami kehidupan q yang seperti ini, batin q sambil menahan air mata.  
Hampir 1 jam kami melewati waktu malam itu dalam hening, entah apa yang ada dalam fikiran dia, karena dalam fikir q sekarang adalah berusaha membangun semangat yang telah runtuh karena penilaian dia. Malam ini ingin rasanya aku menangis, menjerit, melepas semua beban dalam hidup ini. Fikir q memutar semua memori menimbulkan bayangan- bayangan masa lalu di dalam otak q. Sampai akhirnya dia bersuara “semua yang telah kita lewati dan semua rasa yang aku berikan untuk kamu, anggap tdak pernah ada, dan lupakan saja semua yang aku ucapkan barusan” ucapnya sambil berdiri dan melangkah meninggalkan tempat faforit bagi kami berdua. Q membiarkan dia melangkah meninggalkan q dalam kesendirian malam, semakin dia jauh. “ tunggu” ucap q datar, dan dia menghentikan langkahnya, lantas menoleh kearah q, q menatap dia dan begitupun sebaliknya. Tapi q tak mampu melanjutkan kata- kata q, hanya mampu terdiam menatap nya. Sampai akhirnya dia melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga pertama, kedua, ketiga dan dia terhenti karena pertanyaan yang q ucapkan, “kamu tau bagaimana rasanya hidup menggunakan topeng kebahagiaan? Kamu tau bagaimana rasanya hidup menggunakan topeng kesempurnaan?” q kembali diam dan tidak melanjutkan ucapan q. dia berbalik dan berjalan mendekat kearah q, kemudian dia duduk kembali disamping q, dia memeluk lututnya sambil menatap lurus kedepan. “maksudmu?” tanyanya. “tidak ada maksud dari setiap kata yang akan q ucapkan, hanya menyuruhmu lebih berfikir tentang hidup yang sesungguhnya dan jangan hanya menilai orang dari kehidupan luarnya dan berusaha menyuruhmu untuk bisa berfikir bagaimana rasanya hidup dalam ketidak sempurnaan tapi berperan seolah- olah hidup itu sempurna”. Dia diam, semilir angin malam ini benar- benar mampu membuat tubuh ini beku, tidak hanya tubuh, tapi mungkin juga hati q, kembali beku olehnya. Q rebahkan tubuh ini diatap rumah tanpa alas apapun, di melihat kearah q, lantas mengikuti apa yang baru saja q lakukan.
“kamu tau rasa sakit batin dan juga raga yang tersakiti tidak hanya oleh karena kekerasan fisik tapi juga karena kekerasan batin, kamu tau rasanya jadi orang yang tidak diinginkan, disaat anak- anak yang berumur 2,5 tahun mendapat kasih sayang, tapi sebaliknya ada seorang anak yang terus menerus mendapat siksaan dan hinaan dari orang tuanya, anak itu masih terlalu polos untuk menerima perlakuan sekasar itu, tapi kepolosannya itu lah yang membuat dia hingga detik ini mampu mengingat semua hal yang dia alami saat dia masih kecil. kamu tau gimana rasanya tersiksa oleh bayang- bayang itu. Kamu tau rasanya lumpuh karena siksaan seorang ibu kandung, disaat anak sebayanya berlari- lari, dia harus berjalan tertatih karena kelumpuhan yang ia derita, pada saat itu media masa belum terlalu terbuka seperti saat ini, jika pada masa itu media masaa seperti saat ini, maka sudah bisa dipastikan sang ibu tersebut akan dipenjara, tapi ibu itu tidak salah, dia hanya frustasi karena suaminya selingkuh dan menikah lagi, kamu tau rasanya berada ditengah- tengah mereka yang sedang bertengkar, saling caci, saling bentak, sakit rasanya, sakit sekali. Kamu tau rasanya terbuang dari sebuah keluarga, tinggal dengan orang lain dibesarkan, dan proses pertumbuhan itu, dia dibesarkan kurang kasih sayang dari orang tua asuhnya. Tapi anak itu berusaha tetap tumbuh menjadi remaja yang baik, karena dia memang tumbuh dilingkungan yang baik. Dia berfikir penderitaan hidup telah usai. Tapi ternyata tidak. Kembali dia mendapati sebuah kenyataan bahwa keluarga angkatnya sama hancurnya karena hal yang sama yaitu perselingkuhan, saat dulu kecil ia menjadi korban pelampiasan, ia hanya mampu menangis kemudian dibentak oleh sang ibu, tapi saat dia telah remaja dia menjadi korban pelampisan untuk yang kesekian kalinya, dan saat itu dia telah mampu merasakan bagaimana sakitnya siksaan itu, membekas dihati dan juga badan. Kamu tau rasanya diperlakukan semena- mena dan harga dirimu diinjak- injak, kamu tau bagaimana sakit dan mirisnya, saat hendak melawan orang yang telah menyakiti kamu, tapi kamu tidak mampu karena alas an hutang budi. Dan kamu tau bagaimana sakitnya saat kehormatan dan kesucian kamu harus terenggut oleh orang yang seharusnya melindungi kamu, menggantikan figure seorang ayah yang telah hilang dari kehidupan dia, tapi justru menghancurkan kehidupan kamu. Jangan kamu berfikir karena kamu pria, coba kamu posisikan kamu sebagai seorang wanita tersebut, yang harus rela kehilangan kehormatan serta kesuciannya. Dan disaat yang bersamaan pula dia mendapati keluarga aslinya yang merasa kasihan dengan penderitaan anaknya tersebut, tapi kamu tau gimana sakit nya mendapati bahwa kamu gak lebih hanyalah anak dari seorang Bandar narkoba kelas internasional yang telah menjadi buronan. Dan satu lagi kamu tau bagaimana rasanya berperan menjadi orang baik- baik yang seakan suci padahal sebenarnya badanmu telah hancur dan benar- benar kotor. Bayangkan kalau kamu menjadi dia, sanggupkah kamu melewati semua masalah itu tanpa beban dan seolah- olah hidup kamu bahagia tanpa masalah” aku terdiam sejenak, tenggorokan q sekan tercekat tak mampu lagi berkata- kata, butir air mata nyaris keluar, suara q menjadi parau menahan tangis.
“hanya mendengarnya saja, aku sudah tak sanggup, dan aku tak bisa membayangkan kalau seandainya aku menjadi anak itu, terlalu berat bagi q, mungkin aku akan memilih untuk bunuh diri” ucapnya simpati. Tapi aku hanya menanggapinya dengan tersenyum sinis. “lalu bagaimana nasib anak itu sekarang, dia temen kamu ya??? Apa dia masih hidup?? Tanya nya penasaran. Aku terdiam dan berusaha mengumpulkan kekuatan untuk meneruskan kisah q.
“ dia masih hidup, ya dia teman q, dia teman yang menyatu dengan raga q, tak ada yang pernah tau cerita dia yang sesungguhnya, dia berhasil dan sukses menyembunyikan semua masalahnya, dia mampu bersikap sempurna seolah- olah kehidupan sempurnalah yang dia jalani. Dia tak peduli dengan kehidupan sekitarnya, yang dia tau hanya berusaha tampil menjadi manusia yang terlahir sempurna, karena jika dia lengah sedikit maka dia sangat takut kehidupan sesungguhnya akan terbongkar, dan dia tidak mau hal itu terjadi. Dia tak percaya lagi pada laki- laki, baginya sudah tak ada celah dihatinya untuk laki- laki, karena jika laki- laki tau kehidupan yang sesungguhnya dia pasti hanya akan dianggap sampah. Huff dan sekarang dia benar- benar yakin bahwa semua aktingnya sempurna” aku terdiam dan menoleh kearah dia sambil tersenyum getir, entah dia sadar atau tidak, cahaya bulan dan bintang sepertinya tidak mampu menunjukkan senyum getir q. “bagaimana kamu bisa yakin kalau aktingnya itu sempurna?? Tanya nya lebih lanjut. Aku bangkit dan berdiri lantas menatap dia yang masih dalam posisi terbaring dan menunggu jawaban q.
“aku tau dan yakin, karena seseorang datang padanya kemudian berucap seperti ini,” kehidupan yang kamu jalani terlalu sempurna sehingga membuatmu bersikap sesuka hati kamu. Kamu bersikap seolah- olah orang lain tidak layak untuk hadir dikehidupanmu, kamu bersikap seolah- olah orang lain rendah dimatamu, dengan kata- katamu, dengan tatapan matamu, itu yang membuat kamu seperti orang angkuh dan benar- benar tak butuh siapapun dalam hidup ini. Kamu terlalu mudah mendapatkan segala hal dalam kehidupanmu, sehingga kamu tidak mengenal yang namanya usaha dan kerja keras, itu juga yang membuat kamu menjadi tidak menghargai usaha keras pria- pria sebelum aku yang berusaha menaklukkan hatimu, kamu selalu menolak mereka mentah- mentah dan membuang mereka tanpa melihat dan menghargai usaha mereka yang menurut aku sangat besar, hanya untuk bisa mendapatkan hatimu. Kamu belum pernah sekalipun merasakan yang namanya kegagalan, jadi kamu tidak tau bagaimana rasanya kecewa, kamu tidak tau bagaimana rasanya sedih, sakit dan merana,  dan aku yakin, kamu juga tidak tau bagaimana rasanya menangis karena kegagalan. Yang kamu tau hanya hidup senang, mendapatkan semuanya dengan mudah, selalu melewati hari dengan senyum keangkuhan” aku tersenyum mengikuti kata- kata yang baru saja beberapa menit lalu dia ucapkan untuk q. dia terkejut dan bangkit dari posisinya saat ini, dia memegang kedua pundak q, dan sedikit menggoncangkan tubuh q “orang itu kamu??? Tanya nya tak percaya
“ya, orang yang aku maksud adalah aku, salah besar kalau kamu menilai aku seperti itu, tapi setidaknya aku punya alas an tersendiri kenapa aku bersikap seperti itu, dan sekarang, bukan nya kamu yang tak pantas untuk q, tapi aku yang tak pantas untuk kamu, dan jangan kamu fikir aku tak tau, kamu hanya ingin menjadikan q sebagai selingan saja, dan kemudian kamu ingin membuat q merana, dan selamat kamu sukses melakukan itu. Anggap diantara kita tak pernah ada sebuah kisah dan sebuah cerita, aku sudah mulai terbiasa dengan sakit hati dan kegagalan, aku bisa terima itu” ucap q sambil melepas tangan nya dari pundak q dan berjalan pergi meninggalkan dia
“tunggu” ucapnya. Aku berhenti melangkahkan kaki, tanpa menoleh “aku minta maaf, aku benar- benar hanya ingin membuat mu bahagia dan merubah anggapan bahwa semua laki- laki itu sama, tapi aku termakan oleh permaianan yang aku buat sendiri aku….” Tanpa sempat mendengar ucapan nya lebih lanjut, q berlari meninggalkan dia, sambil menangis ya dan benar- benar aku menangis, oh kehidupan, kehidupan seperti apa lagi yang aku jalani kelak, dengan sisa kisah dalam diri ini…dan kamu tau… bagaimana rasanya menjadi aku????
       
tetep eksis xi8.... lagi jenuh tingkat dewa dewi ma tugas- tugas kampus jadi iseng- iseng ketik- ketik dan this is it... jadi lah sebuah cerpen... ya kalau kurang bagus mohon dimaafkan.. karena saya hanyalah penulis ecek- ecek wakakakakkk

Komentar

post populer

Interaksi Obat & Makanan

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas : “ Farmakologi dan Imunologi Gizi“ Dosen Pengampu : . dr. Fitri Indah Setiyawati, M.Sc dan tim BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Hubungan dan interaksi antara makanan, nutrien yang terkandung dalam makanan dan obat saling mendukung dalam pelayanan kesehatan dan dunia medis. Makanan dan nutrien spesifik dalam makanan, jika dicerna bersama dengan beberapa obat, pasti dapat mempengaruhi seluruh ketersediaan hayati, farmakokinetik, farmakodinamik dan efek terapi dalam pengobatan. Makanan dapat mempengaruhi absorbsi obat sebagai hasil dari pengubahan dalam saluran gastrointestinal atau interaksi fisika atau kimia antara partikel komponen makanan dan molekul obat. Pengaruh tergantung pada tipe dan tingkat interaksi sehingga absorbsi obat dapat berkurang, tertunda, tidak terpengaruh atau meningkat oleh makanan yang masuk. 1.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan pada latar belakang diatas maka makalah ini akan meni...

GASTRO ESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) PADA ANAK

Makalah Disusun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Dietetika Penyakit Infeksi dan Defisiensi BAB I PENDAHULUAN A.     L atar Belakang Masalah Refluks gastroesophageal adalah fenomena fisiologis normal dialami sesekali oleh kebanyakan orang, terutama setelah makan. Gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi ketika jumlah asam lambung yang refluks ke kerongkongan melebihi batas normal, menyebabkan gejala dengan atau tanpa cedera mukosa esofagus yang terkait (yaitu, esofagitis). Suatu penelitian yang dilakukan oleh Richter dan Organisasi Gallup memperkirakan bahwa Survei Nasional 25-40% orang Amerika dewasa yang sehat mengalami gejala GERD, paling sering dimanifestasikan secara klinis oleh pyrosis (mulas), setidaknya sebulan sekali. Selanjutnya, sekitar 7-10% dari populasi orang dewasa di Amerika Serikat mengalami gejala tersebut pada setiap hari. B.      Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas , maka k...

Asupan Inhibitor Absorbsi Zat besi

          Zat inhibitor besi adalah zat dalam bahan makanan yang dapat menghambat absorbsi besi (DeMaeyer, 1995). Absorbsi zat besi dapat dihambat oleh tingginya derajat sejumlah faktor pengkelat zat besi termasuk asam karbonat, asam oksalat, fosfat dan fitat. Faktor serat dalam sayuran dapat menghambat absorbsi zat besi (Kasdan, 2000).           Penyebab utama kekurangan zat besi adalah gangguan penyerapan zat besi non-hem karena adanya faktor inhibitor seperti asam fitat atau senyawa polifenol yang banyak terdapat dalam makanan nabati, buah-buahan, sayuran, rempah-rempah, kacang-kacangan, sereal dan yang paling tinggi terdapat   dalam teh, kopi, anggur merah, kakao dan berbagai macam teh herbal (Hurrell, 1999).       Fitat, asam oksalat, tanin bahkan fosfat yang ada dalam berbagai bahan makanan nabati cenderung membentuk endapan zat besi yang tidak larut yan...