Langsung ke konten utama

coretan di pertengahan bulan desember

wah gak kerasa dah bulan desember... udah di penghujung tahun 2011 nih.... dan bentar lagi memasuki awal tahun 2012... target apa yang kira2 belum terpenuhi di tahun 2011... hemm?? (dengan gaya sok mikir xi8) aha... q tau jawabannya tring tring... jodoh.. target itu belum terpenuhi sampe dipenghujung tahun... waakkkkkk gubrak... huff ok lah lupakan soal jodoh... fokus dengan kuliah yang belum juga selesai nih... (jatah y kan masih 1,5 tahun lagi... mu usaha sekeras apapun tetep ja 1,5 tahun lagi ru selesai, coz kampus q gak da program akselerasi kayak waktu smp atau sma dulu ho8)... gak kerasa banget dah bulan desember dan pertengahan bulan lagi... padahal bulan lalu dah janji ma diri sendiri mu rajin nulis di blog ini apapun itu isi y, yang penting nulis, supaya blog ini bisa penuh dengan tulisan2 (kayaknya kebanyakan tulisan gak jelas gitu dah xi8), tapi nyata y... tara dah pergantian bulan... dan q gak nepatin janji itu... hem... ya sudah lah mu diapakan lagi... maklum lah saya ini orang sibuk yang jarang banget punya waktu untuk tulis menulis hi8... (alibi ja... padahal sebenarnya males ho8)...harapan dibulan ini... semoga ja bulan ini dapat berlalu dengan baik dan penuh dengan kegiatan2 yang bermanfaat amiinnn... bingung mu tulis apa lagi... udah lah... semoga untuk hari esok ada tulisan atau ide yang bener2 bermutu untuk diisikan di blog ini... jgn cuma tulisan2 gak jelas kayak gini xi8

Komentar

post populer

Interaksi Obat & Makanan

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas : “ Farmakologi dan Imunologi Gizi“ Dosen Pengampu : . dr. Fitri Indah Setiyawati, M.Sc dan tim BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Hubungan dan interaksi antara makanan, nutrien yang terkandung dalam makanan dan obat saling mendukung dalam pelayanan kesehatan dan dunia medis. Makanan dan nutrien spesifik dalam makanan, jika dicerna bersama dengan beberapa obat, pasti dapat mempengaruhi seluruh ketersediaan hayati, farmakokinetik, farmakodinamik dan efek terapi dalam pengobatan. Makanan dapat mempengaruhi absorbsi obat sebagai hasil dari pengubahan dalam saluran gastrointestinal atau interaksi fisika atau kimia antara partikel komponen makanan dan molekul obat. Pengaruh tergantung pada tipe dan tingkat interaksi sehingga absorbsi obat dapat berkurang, tertunda, tidak terpengaruh atau meningkat oleh makanan yang masuk. 1.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan pada latar belakang diatas maka makalah ini akan meni...

GASTRO ESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) PADA ANAK

Makalah Disusun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Dietetika Penyakit Infeksi dan Defisiensi BAB I PENDAHULUAN A.     L atar Belakang Masalah Refluks gastroesophageal adalah fenomena fisiologis normal dialami sesekali oleh kebanyakan orang, terutama setelah makan. Gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi ketika jumlah asam lambung yang refluks ke kerongkongan melebihi batas normal, menyebabkan gejala dengan atau tanpa cedera mukosa esofagus yang terkait (yaitu, esofagitis). Suatu penelitian yang dilakukan oleh Richter dan Organisasi Gallup memperkirakan bahwa Survei Nasional 25-40% orang Amerika dewasa yang sehat mengalami gejala GERD, paling sering dimanifestasikan secara klinis oleh pyrosis (mulas), setidaknya sebulan sekali. Selanjutnya, sekitar 7-10% dari populasi orang dewasa di Amerika Serikat mengalami gejala tersebut pada setiap hari. B.      Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas , maka k...

Asupan Inhibitor Absorbsi Zat besi

          Zat inhibitor besi adalah zat dalam bahan makanan yang dapat menghambat absorbsi besi (DeMaeyer, 1995). Absorbsi zat besi dapat dihambat oleh tingginya derajat sejumlah faktor pengkelat zat besi termasuk asam karbonat, asam oksalat, fosfat dan fitat. Faktor serat dalam sayuran dapat menghambat absorbsi zat besi (Kasdan, 2000).           Penyebab utama kekurangan zat besi adalah gangguan penyerapan zat besi non-hem karena adanya faktor inhibitor seperti asam fitat atau senyawa polifenol yang banyak terdapat dalam makanan nabati, buah-buahan, sayuran, rempah-rempah, kacang-kacangan, sereal dan yang paling tinggi terdapat   dalam teh, kopi, anggur merah, kakao dan berbagai macam teh herbal (Hurrell, 1999).       Fitat, asam oksalat, tanin bahkan fosfat yang ada dalam berbagai bahan makanan nabati cenderung membentuk endapan zat besi yang tidak larut yan...