URAIAN KASUS
- pasien dengan diagnosis hipertensi stage 2 (170/110 mmHg), mendapatkan terapi obat captopril 12,5 mg 1*sehari 1 tablet dan furosemid 1* sehari 1 tablet pagi hari. efek samping dari furosemid adalah hipokalmemi
TUJUAN PRAKTIKUM
- dapat mengetahui penyebab2 hipertensi
- dappat mengetahui interaksi obat dengan makanan pada penderita hipertensi
DASAR TEORI
interaksi obat adalah interaksi antara obat dan zat lainnya yang mencegah obat bekerja seperti yang diharapkan
interaksi obat dapat terjadi apabila ada peningkatan atau penurunan dalam
1. penyerapan obat yang masuk ke tubuh
2. distribusi obat dalam tubuh
3. perubahan yang dibuat oleh tubuh
4. ekresi obat oleh tubuh
macam2 interaksi obat
1. obat dengan obat
2. obat dengan makanan
3. obat dengan penyakit
4. obat dengan hasil laboratorium
hipertensi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normalatau kronis (dalam waktu yang lama). diagnosis secara umum dikatakan, penderita hipertensi jika tekanan darah sistolik/ diastolik melebihi 140/190 mmHg (normalnya 120/ 180 mmHg)
hipertensi terbagi menjadi beberapa tingkatan (berdasarkan WHO)
1. normal 120/ 180 mmHg
2. Pre hipertensi 120/ 80 mmHg - 139/ 89 mmHg
3. stage 1 140/90 mmHg - 159/ 99 mmHg
4. stage 2 >160/110 mmHg
gejala hipertensi antara lain
1. sesak bernafas
2. pendarahan dari hidung dengan sebab tak jelas
3. sakit kepala berat dibeberapa bagian kepala, yang terjadi pada pagi hari disertai mual2 dan pandangn berkunang
4. pusing bilamana tekanan darah diastolik diatas 110
berdasarkan penyebabnya hipertensi digolongkan menjadi 2 yaitu
1. hipertensi esensial adalah hipertensi yang saat ini belum diketahui penyebabnya, namun berbagai faktor diduga turut berperan seperti bertambahnya umur, stress, psikologis dan hereditas (keturunan)
2. Hipertensi sekunder adalah hipertensi dengan penyebab yang dapat diketahui seperti kelainan pembuluh darah, ginjal, gangguan kelenjar tiroid, penyakit kelenjar adrenal, dll
faktor yang meningkatkan hipertensi diantaranya makanan tinggi garam, merokok dan konsumsi alkohol, obesitas dan gangguan lipid, ketidak seimbangan berbagai hormon, kadang- kadang tidak diketahui penyebabnya (idiophatic)
makanan yang harus dihindari penderita hipertensi
1. makanan dengan kadar lemak jenuh tinggi
2. menggunakan garam natrium
3. makanan yang diawetkan
4. sumber protein hewani yang tinggi kolestrol
5. bumbu- bumbu penyedap
6. dan stop konsumsi daging kambing dan durian
makanan yang baik dikonsumsi adalah buah dan sayuran diantaranya
-semangka
-alpukat
-melon
-pare
-bawang merah dan putih
-labu siam
-mentimun
-lidah buaya
-seledri
captopril: untuk penderita hip[ertensi berat hingga sedang, kombinasi dengan tiazida memberikan efek aditif sedangkan kombinasi dengan beta bloker memebrikan efek yang kurang aditif. captopril merupakan obat anti hipertensi dan efektif dalam penanganan gagal jantung dengan cara supresi sistem renin angiotensin 1 yang bersifat inaktif. captopril dapat menghambat kerja ACE yang mengakibatkan pembentukan angiotensin 2 terhambat, timbul vasodilatasi, penurunan sekresi aldosteron, sehingga ginjal mensekresi natrium, cairan serta mensekresi kalium
(tiba2 pusing jadi laporan ini bersambung dulu heheh)
- pasien dengan diagnosis hipertensi stage 2 (170/110 mmHg), mendapatkan terapi obat captopril 12,5 mg 1*sehari 1 tablet dan furosemid 1* sehari 1 tablet pagi hari. efek samping dari furosemid adalah hipokalmemi
TUJUAN PRAKTIKUM
- dapat mengetahui penyebab2 hipertensi
- dappat mengetahui interaksi obat dengan makanan pada penderita hipertensi
DASAR TEORI
interaksi obat adalah interaksi antara obat dan zat lainnya yang mencegah obat bekerja seperti yang diharapkan
interaksi obat dapat terjadi apabila ada peningkatan atau penurunan dalam
1. penyerapan obat yang masuk ke tubuh
2. distribusi obat dalam tubuh
3. perubahan yang dibuat oleh tubuh
4. ekresi obat oleh tubuh
macam2 interaksi obat
1. obat dengan obat
2. obat dengan makanan
3. obat dengan penyakit
4. obat dengan hasil laboratorium
hipertensi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normalatau kronis (dalam waktu yang lama). diagnosis secara umum dikatakan, penderita hipertensi jika tekanan darah sistolik/ diastolik melebihi 140/190 mmHg (normalnya 120/ 180 mmHg)
hipertensi terbagi menjadi beberapa tingkatan (berdasarkan WHO)
1. normal 120/ 180 mmHg
2. Pre hipertensi 120/ 80 mmHg - 139/ 89 mmHg
3. stage 1 140/90 mmHg - 159/ 99 mmHg
4. stage 2 >160/110 mmHg
gejala hipertensi antara lain
1. sesak bernafas
2. pendarahan dari hidung dengan sebab tak jelas
3. sakit kepala berat dibeberapa bagian kepala, yang terjadi pada pagi hari disertai mual2 dan pandangn berkunang
4. pusing bilamana tekanan darah diastolik diatas 110
berdasarkan penyebabnya hipertensi digolongkan menjadi 2 yaitu
1. hipertensi esensial adalah hipertensi yang saat ini belum diketahui penyebabnya, namun berbagai faktor diduga turut berperan seperti bertambahnya umur, stress, psikologis dan hereditas (keturunan)
2. Hipertensi sekunder adalah hipertensi dengan penyebab yang dapat diketahui seperti kelainan pembuluh darah, ginjal, gangguan kelenjar tiroid, penyakit kelenjar adrenal, dll
faktor yang meningkatkan hipertensi diantaranya makanan tinggi garam, merokok dan konsumsi alkohol, obesitas dan gangguan lipid, ketidak seimbangan berbagai hormon, kadang- kadang tidak diketahui penyebabnya (idiophatic)
makanan yang harus dihindari penderita hipertensi
1. makanan dengan kadar lemak jenuh tinggi
2. menggunakan garam natrium
3. makanan yang diawetkan
4. sumber protein hewani yang tinggi kolestrol
5. bumbu- bumbu penyedap
6. dan stop konsumsi daging kambing dan durian
makanan yang baik dikonsumsi adalah buah dan sayuran diantaranya
-semangka
-alpukat
-melon
-pare
-bawang merah dan putih
-labu siam
-mentimun
-lidah buaya
-seledri
captopril: untuk penderita hip[ertensi berat hingga sedang, kombinasi dengan tiazida memberikan efek aditif sedangkan kombinasi dengan beta bloker memebrikan efek yang kurang aditif. captopril merupakan obat anti hipertensi dan efektif dalam penanganan gagal jantung dengan cara supresi sistem renin angiotensin 1 yang bersifat inaktif. captopril dapat menghambat kerja ACE yang mengakibatkan pembentukan angiotensin 2 terhambat, timbul vasodilatasi, penurunan sekresi aldosteron, sehingga ginjal mensekresi natrium, cairan serta mensekresi kalium
(tiba2 pusing jadi laporan ini bersambung dulu heheh)
Komentar
Posting Komentar