Kenapa harus selalu dipersalahkan dengan semua kondisi yang ada saat ini, apakah jika apa yang menjadi kesalahanku kulakukan maka tidak akan ada kondisi seperti ini, ( yang selalu dipersalahkan)???? Setiap ada yang tak mereka suka atau tak berkenan dihati mereka, mereka selalu menyalahkanku, menyalahkan karna diriku tidak pernah terampil dengan semua hal yang terjadi….kenapa mereka selalu mempersalahkanku??? tidak kah mereka bisa berfikir bahwa apa yang telah terjadi sudah menjadi sebuah ketentuan.. tanpa perlu mempersalahkan orang… lelah dengan semua kondisi yang seperti ini… hampir 5 tahun lebih hidup dalam kondisi seperti ini, tidak juga mampu membuatku mampu setegar batu karang di lautan, selalu saja ada tetes air mata yang harus aku keluarkan saat bentakan, cacian, dan amarah itu terucap untuk diriku.
Vonis bersalah yang harus aku terima disaat tidak ada orang yang mau mengerti aku, mereka hanya mampu menyalahkan, belum lagi dengan kehidupanku diluar sana, dikelilingi dengan orang- orang yang menuntut kesempurnaan dalam sikap maupun ucapan, tanpa mereka fikir apakah diri mereka telah benar- benar menjadi pribadi yang sempurna. Begitu mudah mereka mencemoohku dengan kata- kata yang menyakitkan, dan mereka melakukan itu dibelakangku. Seakan kebaikan yang selama ini aku berikan untuk mereka sirna begitu saja. Mereka tak pernah mau memahami tentang hubungan sebab dan akibat… mereka tak pernah mau mengerti tentang hal- hal yang membuatku mampu bersikap seperti ini,(entah sikap apa itu sehingga mereka selalu menvonisku negative) pahamilah wahai kawanku, tidak semua kehidupan itu sempurna seperti apa yang kalian alami. Pahamilah tentang sebuah trauma masa lalu yang membuat seseorang mampu menjadi pribadi yang tidak diinginkan. Mungkin saat ini kalian berada jauh diatas kehidupanku yang saat ini tapi suatu saat nanti aku akan berada diatas kalian dan kalian akan paham tentang roda nasib dalam kehidupan ini.
Saat tetes air mata ini harus mengalir aku meraskannya seorang diri… entahlah kehidupan macam apa yang saat ini aku jalani… penuh dengan kepalsuan dan kesendirian…hinaan, cacian, penghianatan dan amarah, yang mampu membuatku menjadi pribadi yang dingin, ketus, cuek, munafik ( penialianku pribadi karna harus menunjukkan senyum kepada mereka padahal sayatan hati ini belum sembuh dan tak akan pernah sembuh karna selalu ada luka baru dalm hati ini) dan cenderung antagonis huff (tetapi sungguh sejatiku tidaklah seperti apa yang selama ini aku tunjukkan kepada mereka)
NB: sebuah inspirasi yang muncul saat matahari beranjak keperaduannya, dengan kondisi hiruk pikuk jeritan manusia- manusia yang mempersalahkan tentang sayur basi. Diiringi dengan celoteh- celoteh pilu bagi hatiku, ditemani dengan note book kesayangan dan berhias kertas- kertas materi ujian, dan disore itu kembali aku mendapatkan luka baru.
“saat kita menangis, tersakiti yakinilah disaat itu juga kita sudah mengumpulkan poin- poin kebahagiaan dan poin- poin senyuman yang jika saatnya tiba nanti poin- poin itu dapat ditukar dengan kehidupan yang lebih baik dari yang saat ini kita jalani, ALL IZ WELL
Vonis bersalah yang harus aku terima disaat tidak ada orang yang mau mengerti aku, mereka hanya mampu menyalahkan, belum lagi dengan kehidupanku diluar sana, dikelilingi dengan orang- orang yang menuntut kesempurnaan dalam sikap maupun ucapan, tanpa mereka fikir apakah diri mereka telah benar- benar menjadi pribadi yang sempurna. Begitu mudah mereka mencemoohku dengan kata- kata yang menyakitkan, dan mereka melakukan itu dibelakangku. Seakan kebaikan yang selama ini aku berikan untuk mereka sirna begitu saja. Mereka tak pernah mau memahami tentang hubungan sebab dan akibat… mereka tak pernah mau mengerti tentang hal- hal yang membuatku mampu bersikap seperti ini,(entah sikap apa itu sehingga mereka selalu menvonisku negative) pahamilah wahai kawanku, tidak semua kehidupan itu sempurna seperti apa yang kalian alami. Pahamilah tentang sebuah trauma masa lalu yang membuat seseorang mampu menjadi pribadi yang tidak diinginkan. Mungkin saat ini kalian berada jauh diatas kehidupanku yang saat ini tapi suatu saat nanti aku akan berada diatas kalian dan kalian akan paham tentang roda nasib dalam kehidupan ini.
Saat tetes air mata ini harus mengalir aku meraskannya seorang diri… entahlah kehidupan macam apa yang saat ini aku jalani… penuh dengan kepalsuan dan kesendirian…hinaan, cacian, penghianatan dan amarah, yang mampu membuatku menjadi pribadi yang dingin, ketus, cuek, munafik ( penialianku pribadi karna harus menunjukkan senyum kepada mereka padahal sayatan hati ini belum sembuh dan tak akan pernah sembuh karna selalu ada luka baru dalm hati ini) dan cenderung antagonis huff (tetapi sungguh sejatiku tidaklah seperti apa yang selama ini aku tunjukkan kepada mereka)
NB: sebuah inspirasi yang muncul saat matahari beranjak keperaduannya, dengan kondisi hiruk pikuk jeritan manusia- manusia yang mempersalahkan tentang sayur basi. Diiringi dengan celoteh- celoteh pilu bagi hatiku, ditemani dengan note book kesayangan dan berhias kertas- kertas materi ujian, dan disore itu kembali aku mendapatkan luka baru.
“saat kita menangis, tersakiti yakinilah disaat itu juga kita sudah mengumpulkan poin- poin kebahagiaan dan poin- poin senyuman yang jika saatnya tiba nanti poin- poin itu dapat ditukar dengan kehidupan yang lebih baik dari yang saat ini kita jalani, ALL IZ WELL
Komentar
Posting Komentar