Langsung ke konten utama

anemia pada ibu hamil

Uraian kasus:  Pasien ibu hamil, mengkonsumsi tablet Fe tetapi mengalami anemia karna mengkonsumsi teh

A.    TUJUAN PRAKTIKUM    
- Mengetahui interaksi antara asupan Fe dan Teh
- Mengetahui asupan makanan bagi penderita anemia
B.    DASAR TEORI
        Anemia adalah penurunan kuantitas dan kualitas sel- sel darah merah dalam sirkulasi. Dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya karna kekurangan zat besi, pendarahan pada usus, kurangnya asupan makanan bergizi, genetic, kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat, pecahnya dinding sel darah merah, dll.
        Ciri- ciri penderita anemia diantaranya lemah, mudah letih, pucat, nafas pendek, jantung berdebar- debar, sakit kepala, perasaan “ mau mati karna kelelahan”, kuku tipis dan mudah patah
        Zat besi adalah mineral yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah. Selain itu, mineral ini juga berfungsi sebagai komponen untuk membentuk mioglobin (protein yang membawa oksigen ke otak), kolagen (protein yang terdapat ditulang, tulang rawan dan jaringan penyambung), serta enzim. Zat besi juga berfungsi sebagai system pertahanan tubuh.
        Gejala- gejala kekurangan zat besi  o    Efeknya pada kerja otot- otot •    Berkurang produktifitas kerja •    Berkurang kemampuan kerja •    Berkurang kerja yang diperintah kehendak o    Berkurang kebugaran fisik, lemah dan letih o    Berkurang ketahanan pada dingin, tidak mampu mengatur suhu tubuh o    Berkurang ketahanan terhadap infeksi(kekebalan menurun) o    Kulit gatal o    Pangkal kuku, putihnya mata, telapak tangan pucat, kuku cekung o    Pica o    Tidak tahan terhadap lactose dan kemungkinan tidak tahan terhadap gula yang lain o    Luka susah sembuh o    Meningkat resiko keracunan timah dan cadmium o    Terganggu fungsi kognitif(anak-anak): berkurang kemampuan belajar, terganggu diskriminasi visual, berkurang kemampuan berkonsentrasi o    Terganggu reaktifitas dan koordinasi (bayi)
       Pengolahan makanan yang bermanfaat untuk penderita anemia diantaranya adalah    memberikan asupan makanan yang berprotein tinggi dengan penekanan pada zat –zat makanan lainnya yang membantu pembentukan sel- sel darah merah termasuk zat besi, vitamin c, dan vitamin B-kompleks.
       Teh adalah minuman yang mengandung kafein, selain itu the juga merupakan sumber teofilin dan antioksidan dengan kadar lemak, Kh atau protein mendekati 0%. The sender bermanfaat sebagai antioksidan, memperbaiki sel- sel yang rusak, menghaluskan kulit, melangsingkan tubuh, mencegah kanker, jantung dan kolesterol. Zat dalam teh yang bermanfaat diantaranya polifenol, vitamin e, vitamin c, vitamin a, tetapi ada juga zat yang tidak bermanfaat yaitu tannin.
C.    KASUS
Nama obat: tablet Fe
Jenis minuman: the
Interaksi: anemia
D.    PEMBAHASAN
Dalam kasus ini, pasien ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi tablet fe, guna menghindari anemia. Alasan diberikan tablet Fe pada ibu hanil karna, saat hamil kebutuhan zat besi sangat meningkat, kebutuhan tersebut meningkat sebanyak 2 kali lipat. Hal ini terjadi karna selama hamil, volume darah meningkat sampai 50 %, sehingga perlu lebih banyak zat besi untuk membentuk hemoglobin, selain itu pertumbuhan janin dan plasenta yang sangat pesat juga memerlukan banyak zat besi.  Dalam keadaan tidak hamil, kebutuhan zat besi biasanya dapat dipenuhi dari asupan zat gizi konsumsi makanan sehari- hari. Tetapi dalam keadaan hamil, suplai zat besi dari makanan masih belum mencukupi sehingga dibutuhkan suplemen berupa tablet besi. Anemia pada ibu hamil berdampak tidak baik bagi ibu maupun janin, pendarahan yang banyak sewaktu melahirkan berefek lebih buruk pada ibu hamil penderita anemia (menyebabkan kematian pada sang ibu bahkan janin), dapat mempengaruhi pertumbuhan janin dan bayi dapat lahir prematur. Pada kasus ini, ibu hamil masih mengalami anemia sekalipun ia telah mengkonsumsi tablet Fe, hal ini dikarnakan ibu hamil mengkonsumsi teh. Sekalipun dalam teh sendiri terkandung unsure Fe, namun bioavailability kurang sehingga tubuh tidak memanfaatkan secara maksimal. Teh memiliki kandungan zat tannin yang bisa juga disebut sebagai zat anti gizi. Tannin adalah senyawa folifenol yang mampu mengikat zat besi, sehingga absorpsi zat besi dalam tubuh menjadi terhambat dan berakibat pada anemia.  Untuk menghindari anemia yang terjadi maka saran yang diberikan adalah. Jika ibu hamil mengkonsumsi teh, ada baiknya jika teh tersebut ditambah dengan jeruk lemon, karna kadar vitamin c dalam jeruk mampu melarutkan zat besi dan membantu absorpsi zat besi. Selain itu ibu hamil juga dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan hewani yang kaya zat besi, diantaranya hati ayam dan juga makanan nabati yaitu sayur- sayuran(bayam, kangkung dll). Disamping itu konsumsi buah- buahan terutama pisang juga sangat dianjurkan, karna pisang kayak an kandungan kalium yang berfungsi sebagai elektrolik.
E.    KESIMPULAN
-    Adanya interaksi yang timbul antara zat non gizi (tannin) dan Fe yaitu tannin menghambat absorpsi Fe yang berakibat pada kurangnya asupan Fe ke tubuh sehingga penderita mengalami anemia
-    Makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah makanan yang berasal dari makanan hewani (ex: hati ayam, hati sapi), makanan nabati (ex: berupa sayur- sayuran hijau, bayam, kangkung). Dan juga konsumsi buah- buahan yang tinggi kandungan vitamin C mampu meningkatkan absorpsi Fe dalam tubuh.
F.    DAFTAR PUSTAKA
Warta medika.”Mengapa ibu hamil harus mengkonsumsi tablet zat besi          (Fe)”computer.htm./2009/01/11, diakses 21 desember 2010
Umcommunity.” Zat berbahaya yang terdapat dalam teh”computer.org./2010/01/27, diakses 21 desember 2010
Wikipedia.”teh”computer.org./2008/12/01. Diakses 21 desember 2010
Kapan lagi.com.”manfaat teh”computer.org./2010/01/27, diakses 21 desember 2010
Miranda varona blecenda, dkk.2003.”makanan penyembuh ajaib”Indonesia: Indonesia publishing house

Komentar

post populer

Interaksi Obat & Makanan

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas : “ Farmakologi dan Imunologi Gizi“ Dosen Pengampu : . dr. Fitri Indah Setiyawati, M.Sc dan tim BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Hubungan dan interaksi antara makanan, nutrien yang terkandung dalam makanan dan obat saling mendukung dalam pelayanan kesehatan dan dunia medis. Makanan dan nutrien spesifik dalam makanan, jika dicerna bersama dengan beberapa obat, pasti dapat mempengaruhi seluruh ketersediaan hayati, farmakokinetik, farmakodinamik dan efek terapi dalam pengobatan. Makanan dapat mempengaruhi absorbsi obat sebagai hasil dari pengubahan dalam saluran gastrointestinal atau interaksi fisika atau kimia antara partikel komponen makanan dan molekul obat. Pengaruh tergantung pada tipe dan tingkat interaksi sehingga absorbsi obat dapat berkurang, tertunda, tidak terpengaruh atau meningkat oleh makanan yang masuk. 1.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan pada latar belakang diatas maka makalah ini akan meni...

GASTRO ESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) PADA ANAK

Makalah Disusun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Dietetika Penyakit Infeksi dan Defisiensi BAB I PENDAHULUAN A.     L atar Belakang Masalah Refluks gastroesophageal adalah fenomena fisiologis normal dialami sesekali oleh kebanyakan orang, terutama setelah makan. Gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi ketika jumlah asam lambung yang refluks ke kerongkongan melebihi batas normal, menyebabkan gejala dengan atau tanpa cedera mukosa esofagus yang terkait (yaitu, esofagitis). Suatu penelitian yang dilakukan oleh Richter dan Organisasi Gallup memperkirakan bahwa Survei Nasional 25-40% orang Amerika dewasa yang sehat mengalami gejala GERD, paling sering dimanifestasikan secara klinis oleh pyrosis (mulas), setidaknya sebulan sekali. Selanjutnya, sekitar 7-10% dari populasi orang dewasa di Amerika Serikat mengalami gejala tersebut pada setiap hari. B.      Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas , maka k...

Asupan Inhibitor Absorbsi Zat besi

          Zat inhibitor besi adalah zat dalam bahan makanan yang dapat menghambat absorbsi besi (DeMaeyer, 1995). Absorbsi zat besi dapat dihambat oleh tingginya derajat sejumlah faktor pengkelat zat besi termasuk asam karbonat, asam oksalat, fosfat dan fitat. Faktor serat dalam sayuran dapat menghambat absorbsi zat besi (Kasdan, 2000).           Penyebab utama kekurangan zat besi adalah gangguan penyerapan zat besi non-hem karena adanya faktor inhibitor seperti asam fitat atau senyawa polifenol yang banyak terdapat dalam makanan nabati, buah-buahan, sayuran, rempah-rempah, kacang-kacangan, sereal dan yang paling tinggi terdapat   dalam teh, kopi, anggur merah, kakao dan berbagai macam teh herbal (Hurrell, 1999).       Fitat, asam oksalat, tanin bahkan fosfat yang ada dalam berbagai bahan makanan nabati cenderung membentuk endapan zat besi yang tidak larut yan...