Oleh: Dr. H. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS.
Ginekolog dan Konsultan Seks
A.PENDAHULUAN
Masa remaja adalah masa yang penuh gejolak, masa yang penuh dengan berbagai pengenalan dan petualangan akan hal- hal yang baru sebagai bekal untuk mengisi kehidupan mereka kelak. Disaat remajalah proses menjadi manusia dewasa berlangsung. Pengalaman manis, pahit, sedih, gembira, lucu bahkan menyakitkan mungkin akan dialami dalam rangka mencari jati diri. Sayangnya, banyak diantara mereka yang tidak sadar bahwa beberapa pengalaman yang tampaknya menyenangkan justru dapat menjerumuskan. Rasa ingin tau dari para remaja kadang- kadang kurang disertai pertimbangan rasioanal akan akibat lanjut dari suatu perbuatan. Daya tarik persahabatan antar kelompok, rasa ingin dianggap sebagai manusia dewasa, kaburnya nilai- nilai moral yang dianut, kurangnya control dari pihak yang lebih tua (dalam hal ini orang tua), berkembangnya naluri seks akibat matangnya alat- alat kelamin sekunder, ditambah kurangnya informasi mengenai seks dari sekolah/ lembaga formal serta bertubi- tubinya berbagai informasi seks dari media massa yang tidak sesuai dengan norma yang dianut menyebabkan keputusan- keputusan yang diambil mengenai maslah cinta dan seks begitu kompleks dan menimbulkan gesekan- gesekan dengan orang tua ataupun lingkungan keluarganya.
Berbagai kota besar amat menjajikan kemudahan bagi para kaum mudanya. Diskotik, pusat perbelanjaan, pusat- pusat hiburan merupakan ajang pertemuan kaum muda dengan segala pernak- perniknya. Kehidupan yang penuh gejolak ini seringkali membuat kaum muda kepada “perilaku seks bebas” bahkan “menyimpang”
Cinta dan seks merupakan salah satu problem terbesar dari remaja dimanapun didunia ini. Kehamilan remaja, pengguguran kandungan, terputusnya sekolah, perkawinan usia muda, perceraian, penyakit kelamin, penyalahgunaan obat, merupakan akibat buruk petualangan cinta dan seks yang salah disaat remaja. Tidak jarang masa depan mereka yang penuh harapan hancur berantakan karena masalah cinta dan seks.
B. UPAYA MENGENAL KEHIDUPAN REMAJA
Akibat matangnya alat kelamin sekunder maka diusia 13- 15 tahun pada pria dan diusia 12- 14 tahun pada wanita, terjadi perubahan fisik dan emosi. Mereka masuk ke dalam suatu masa yaitu masa pubertas. Masa ini dikenal sebagai masa peralihan dari masa anak- anak menjadi dewasa muda. Salah satu perubahan terpenting dengan matangnya alat kelamin sekunder tadi, mereka mulai tertarik akan lawan jenisnya. Kenikmatan tentang cinta dan seks yang ditawarkan oleh berbagai informasi, baik berupa majalah, tayangan telenovela, film, internet mengakibatkan fantasi- fantasi seks mereka berkembang dengan cepat, dan bagi mereka yang tidak dibekali dengan nilai moral dan agama yang kukuh, fantasi- fantasi seks tersebut ingin disalurkan dan dibuktikan melalui perilaku seks bebas maupun perilaku seks pranikah saat mereka pacaran. Di sinilah titik rawannya. Gairah seks yang memuncak pada pria terjadi pada usia 18- 20 tahun, padahal di usia tersebut mereka masih bersekolah/ kuliah sehingga tidak mungkin melakukan pernikahan. Akibatnya mereka menyalurkan gairah seks mereka yang tinggi dengan melakukan onani ataupun seks pranikah. Penyaluran melalui onani sebenarnya merupakan penyaluran seks yang sehat sebatas tidak berlebihan, namun disayangkan mitos- mitos yang berkembang dimasyarakat begitu menakutkan sehingga kaum muda sering dipojokkan terutama dengan perasaan dosa saat melakukan onani. Untuk itu pendidikan seks bagi para siswa SMP dan SMA sebaiknya diberikan agar mereka sadar bagaimana menjaga agar organ- organ reproduksinya tetap sehat.
C. PENYAKIT MENULAR SEKSUAL
Banyak media yang memberitakan tentang adanya para remaja yang melakukan seks bebas, padahal tanpa disadari apa yang telah mereka perbuat merupakan gejala yang memperihatinkan, karena dibalik kenikmatan yang didapati dapat merusak kesehatan organ reproduksi bahkanmengancam kehidupannya. Seks bebas tersebut mempunyai kaitan erat dengan penyakit menular seksual. Bermacam- macam resiko atas perilaku seks bebas dapat menimpa seseorang misalnya kemungkinan terkena salah satu penyakit kelamin seperti:
a. Gonore
Penyebabnya adalah kuman Neisseria gonore dengan masa inkubasi penyakit ini 3 (tiga) sampai 10 (sepuluh) hari. Pada keadaan akut ditandai dengan gejala rasa perih saat buang air kecil dan adanya keputihan yang agak kental. Pada keadaan manahun (tak diobati, tak sembuh) infeksi dapat menjalar ke rahim, saluran telur dan indung telur. Pada keadaan ini biasanya hanya ada gejala keputihan yang tidak jelas, bahkan tanpa gejala apa- apa. 85% dari wanita yang terkena gonore tidak memberikan gejala apa- apa dan dapat menjadi sumber infeksi pada pasangan seksnya untuk jangka waktu yang lama.
b. Sifilis
penyebabnya adalah parasit treponema palidum yang menyerang selaput lender, termasuk anus, kemaluan, serta mulut, dengan masa inkubasi 3 (tiga) sampai 4 (empat) minggu. Gejalanya adalah timbulnya luka (tukak) pada vulva. Pada keadaan menahun manifestasinya menjadi bermacam- macam, dimulai dari kemerahan dikulit sampai adanya gumma.
c. Herpes Genitalis
penyebabnya adalah virus herpes dengan masa inkubasi 2 (dua) sampai 10 (sepuluh) hari, dengan gejala dijumpai adanya vesikel ( gelembung pada kulit) yang berkelompok dengan dasarkemerahan yang bersifat hilang timbul. Dapat pula disertai rasa nyeri dan rasa gatal. Penyakit ini berhubungan pula dengan terjadinya keganasan rahim.
d. Klamidia
penyebabnya adalah C. trachormatis, merupakan penyakit akibat hubungan seksual yang tersering dijumpai akhir- akhir ini. Gejalanya tak khas, biasanya ditandai dengan keputihan berwarna kuning disertai rasa sakit saat buang air kecil. Pemeriksaan terhadap bakteri klamidia sangat mahal dan sulit.
e. Kondiloma akuminata, si “jengger ayam”
penyebabnya adalah virus papiloma, gejalanya ditandai dengan gatal- gatal sekitar vagina disertai adanya penumbuhan mirip “bunga” atau “jengger ayam” pada vagina, vulva dan perineum. Virus ini sulit dibasmi, sehingga penyakit ini sering timbul berulang.
f. Gardnella vaginalis yang berbau
penyebabnya adalah gardenella vaginalis, sejenis kuman gram negative. Gejalanya biasanya keputihan dengan warna abu- abu yang berbau. Sering ditemukan bersama dengan infeksi trikhomoniasis.
g. Trikhomoniasis yang “membakar”
penyababnya adalah parasit (protozoa) trichomonas vaginalis, dengan gejala pendarahan pasca senggama, perasaan terbakar diseputar vagina, gatal seputar kemaluan maupun keputihan yang berbau, yang biasanya ditularkan oleh pasangan seksnya.
h. Aids
penyebabnya adalah virus HIV yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual dengan masa inkubasi 5 (lima) sampai 10 (sepuluh) tahun. Golongan beresiko tinggi terkena AIDS adalah mereka yang melakukan hubungan seks vaginal atau anal tanpa dilindungi kondom dengan partner yang tertular virus AIDS. Gejalanya biasanya berhubungan dengan menurunnya daya kekebalan penderita sehingga memudahkan terjadinya infeksi oleh berbagai mikroorganisme dan kanker oportunistik, seperti infeksi jamur di esophagus, paru- paru. Adanya sarcoma Kaposi, dll.
D. BERPACARAN YANG SEHAT DAN BEBAS AIDS/PMS
Adalah sesuatu yang mustahil, melarang remaja untuk melakukan interaksi dengan lawan jenisnya. Proses interaksi yang lebih lanjut yang diwujudkan dengan berpacaran merupakan hal yang wajar dan baik bagi pengembangan aspek kematangan emosional remaja itu sendiri. Namun, harus ada rambu- rambu yang dipasang agar tidak terjadi berpacaran yang berlebih- lebihan, apalagi sampai melakukan kehamilan dengan segala dampaknya. Untuk itu hal- hal dibawah ini perlu mendapatkan perhatian.
1. Hati- hati berpacaran
Setelah melalui fase “ketertarikan” maka mulailah pada fase saling mengenal lebih jauh alias berpacaran. Saat ini adalah saat paling tepat untuk mengenal pribadi dari masing- masing pasangan. Sayangnya tujuan untuk mengenal pribadi lebih dekat, sering disertai aktivitas seksual yang berlebihan. Makna pengenalan pribadi berubah menjadi pelampiasan hawa nafsu dari masing- masing pasangan. Ungkapan kasih sayang tidak seharusnya diwujudkan dalam benruk aktifitas seksual. Saling memberi perhatian, merancang cita- cita serta membuka diri terhadap kekurangan masing- masing merupakan bagian penting dalam masa berpacaran. Aktifitas fisik seperti saling menyentuh, mengungkapkan perasaan kasih sayang, ciuman kasih sayang adalah hal tidak terlalu penting, namun sering dianggap sebagai bagian yang indah dari masa berpacaran. Pada batas- batas tertentu hal ini dapat diterima, namun lebih dari aktivitas tersebut, apalagi pada hal- hal yang menjurus pada hubungan seksual tidak dapat diterima oleh norma yang kita anut. Karena justru aktivitas seksual akan mengotori makna dari pacaran itu sendiri.
2. ”NO SEKS”
Katakan tidak, jika pasangan menghendaki aktifitas berpacaran melebihi batas. Terutama bagi remaja putri permintaan seks sebagai “bukti cinta”, jangan dipenuhi, karena yang paling rugi adalah pihak wanita. Ingat, sekali wanita kehilangan kegadisannya, seumur hidup ia akan menderita, karena norma yang dianut dalam masyarakat kita masih tetap mengagungkan kesucian. Berbeda dengan wanita, keperjakaan pria tidak pernah bisa dibuktikan, sementara dengan pemeriksaan dokter kandungan dapat ditentukan apakah seorang gadis masih utuh selaput daranya atau tidak.
3. ”Rem Keimanan”
Iman merupakan rem paling pakem dalam berpacaran. Justru penilaian kepribadian pasanagn dapat dinilai saat berpacaran. Mereka yang menuntut hal- hal yang melanggar norma- norma yang dianut, tentunya tidak dapat diharapkan menjadi pasangan yang baik. Seandainya ia pun menjadi suami atau istri kelak tentunya keinginan untuk melanggar norma- norma pun selalu ada. Untuk itu “ say good- bye” sajalah. Masih banyak kok pria dan wanita yang mempunyai iman dan moral yang baik yang kelak dapat membantu keluarga bahagia.
4. Bahaya Kehamilan Usia Muda
Kehamilan terjadi jika terjadi pertemuan sel telur pihak wanita dan spermatozoa pihak pria. Dan hal ini biasanya didahului oleh hubungan seks. Kehamilan pada remaja sering disebabkan ketidaktahuan dan tidak sadarnya remaja terhadap proses kehamilan.
Bahaya kehamilan pada remaja:
a. Hancurnya amsa depan remaja tersebut
b. Remaja wanita yang terlanjur hamil akan mengalami kesulitan selama kehamilan karena jiwa dan fisiknya belum siap.
c. Pasangan pengantin remaja, sebagian besar diakhiri oleh perceraian (umumnya karena terpaksa kawin karena nafsu, bukan karena cinta)
d. Pasangan pengantin remaja sering menjadi cemoohan lingkungan sekitarnya.
e. Remaja wanita yang berusaha mengugurkan kandungan pada tenaga non medis (dukun, tenaga tradisional) sering mengalami kematian tragis.
f. Penguguran kandungan oleh tenaga medis, dilarang oleh undang- undang, kecuali indikasi medis ( misalnya si ibu sakit jantung berat, sehingga kalau ia meneruskan kehamilan dapat timbul kematian). Baik yang meminta, pelakunya maupun yang mengantar dapat hukuman.
g. Bayi yang dilahirkan dari perkawinan remaja, sering mengalami gangguan kejiwaan saat ia dewasa.
Disamping terjadinya kehamilan yang tidak dikehendaki, seks yang dilakukan sebelum menikah akan mengandung berbagai masalah antara lain tuntunan suami akan keperawanan, berbagai penyakit kelamin (termasuk AIDS), stress berkepanjangan, kemandulan (karena infeksi) dll.
5. Kiat Sadar Diri
Yang sering terjadi adalah pasangan lepas kendali karena terbuai aktivitas berpacaran. Untuk itu beberapa tips agar tidak terbuai:
a. Niatkan bahwa tujuan berpacaran adalah untuk saling mengenal lebih dekat
b. Hindari tempat yang terlalau sepia tau tempat yang mengandung aktifitas seksual
c. Hindari makan makanan yang merangsang sebelum/ selama pacaran
d. Hindari bacaan/ film porno atau yang merangsang sebelum/ selama pacaran
e. Jangan dituruti kalau pasangan menuntut aktivitas pacaran yang berlebihan, sambil mengingatkan bahwa hal itu akan mengotori tujuan dari berpacaran
Komentar
Posting Komentar